Kamis, 19 Desember 2013

Penyelewengan Aqidah Menuju Kekufuran



berilmulah supaya tidak sesat dan tersesatkan


aqidah merupakan pegangan hidup bagi seorang muslim, ia adalah asas sekaligus pondasi bagi segala unsur-unsur bangunan Islam, jika pondasi ini kokoh, maka ia akan bisa menyokong bagian atasnya, akan tetapi apabila pondasi ini rapuh, maka bagian atasnyapun akan dengan mudah roboh. Bahkan terkadang meskipun bagian atasnya roboh, karena ia memiliki pondasi yang kokoh, pondasi itu tetap ada dan kuat. Begitulah gambaran Aqidah yang ada dalam diri seseorang .

penyesatan terhadap aqidah ummat Islam bukan hanya terjadi baru-baru ini saja, melainkan sudah ada  sejak dulu, jadi Islam sudah 1400 tahun lebih mendapat serangan dari orang-orang yang memang tidak suka, bahkan bermusuhan dengan Islam.
Baru-baru ini ada seorang tokoh muslim yang melayangkan sebuah argument dan menurut kami cukup kontroversi. Berikut pernyataannya:


Pada foto yang tertulis di atas telah jelas (ini asli bukan editan), betapa aneh dan menyimpang argument tokoh tersebut. Ada kontra logika dalam cara berfikirnya, ia melarang yang satu, tetapi ia membolehkan yang lain, padahal jika kita dalami kalimat tersebut memiliki maksud yang hampir sama. Yaitu sama-sama membolehkan mengucapkan natal, padahal bagaimana hukumnya mengucapkan selamat natal ataupun semacamnya bagi seorang muslim, sudah jelas HARAM. Nabi Muhammad, para sahabat dan ulama-ulama yang solih dan lurus. dari dulu hingga sekarang tidak pernah menganjurkan mengucapkan ucapan seperti yang di maui tokoh di atas.
Kami tidak tahu apa beliau ini membaca sejarah dicetuskannya tanggal 25 desember menjadi hari Natal apa tidak. Isi ajarannyapun sudah salah dan menyimpang. Nabi isa tidak lahir pada tanggal 25 desember. Dalam injil atau bible tidak ada tanggal 25 desember sebagai hari kelahiran yesus (kecuali jika sudah di revisi mungkin ada). beliau ini memang melarang mengucap kelahiran yesus, tetapi membolehkan mengucap hari kelahiran nabi isa, pertanyaannya apa nabi Isa alaihi salam lahir pada tanggal 25 desember ? tentu saja tidak. Bagi yang muslim anda bisa mengecek dalam al-qur’an [QS. Maryam: 22] [QS. Maryam: 23] [QS. Maryam: 24] [QS. Maryam: 25] [QS. Maryam: 26] Membolehkan mengucapkan hal yang sebenarnya itu salah, sama saja mengajak kepada kekufuran dan kebodohan.  
Marilah kita sama-sama menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, saling tolong-menolong dalam kebaikan, menjaga Aqidah kita supaya diri kita terhindar dari kesesatan dan kedzoliman. Dan semoga kita semua mendapat hidayah taufik serta pengampunan atas segala khilaf dan kelalaian kita. Amin. Wallahu ‘alam bi shawab
penulis: Mohammad Harir Saifu Yasyak, S.Fil.I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar